“Pesan Moral Film “The Pursuit of Happiness”

Film ini mengisahkan semangat luar biasa dari seorang ayah yang berusaha mengejar kebahagiaan, untuk dirinya, anak laki-lakinya dan istrinya. Dalam kehidupan yang sulit, tiap malam sang ayah, Chris Gardner sering merenung kenapa dia dan keluarganya tak bisa bahagia ? Kenapa orang lain bisa bahagia ?

Ujian demi ujian menimpa dirinya, mulai dari nunggak bayar sewa apartement selama 3 bulan, nunggak bayar pajak, lalu selalu berlangganan berurusan dengan kepolisian karena masalah parkir mobil hingga ditinggalkan sang istri karena tak tahan dengan keadaan ekonomi keluarga yang berantakan. Suatu saat Chris Gardner juga mau dipisahkan dari anak satu-satunya karena hendak dibawa oleh sang ibu, namun Chris Gardner memohon pada sang istri agar jangan memisahkan dia dan sang anak, dia berjanji akan membahagiakan sang anak dan terus berusaha mencari kebahagiaan untuk sang anaknya. Dengan kepercayaan sang istri, akhirnya sang istri merelakan sang anak tinggal bersama dengan sang ayah. Lalu dimulailah perjuangan hidup ayah & anak tersebut. Mulai dari diusir dari rumah sewa karena tak bisa membayar uang sewa hingga akhirnya mereka berdua suatu saat menginap didalam sebuah toilet umum di stasiun kereta. Lalu mereka berdua selalu berebut mendapatkan sebuah ruangan di kamp pengungsian agar bisa tidur layak dibawah atap. Perjuangan Chris Gardner dalam pencarian kebahagiaan juga dilakukan dalam program kerja magang di perusahaan pialang saham. Meski kerja magangnya tidak dibayar, namun dia coba menjalaninya dengan harapan dia bisa diterima menjadi karyawan tetap, padahal persaingannya adalah dia harus mampu menjadi nomor satu dari sekian banyak peserta magang.
Ada satu dari sekian banyak hal yang menjadi sikap positif Chris Gardner adalah sikap Keramahtamahan yang dimilikinya. Meski hidupnya dalam kesusahan, namun dia tetap menjaga sikap ramahnya kepada semua orang. Kepada guru magangnya, direktur pialang saham dan kepada rekan-rekan bisnis prospek yang dia kenali.

Ujian keikhlasan juga telah lulus dijalaninya, dimana saat sang direktur perusahaan meminjam uang untuk membayar taksi, Chris Gardner merelakan sebagian jatah uangnya untuk dipinjamkan kepada sang direktur, padahal uang dalam dompetnya sangat sedikit saat itu. Keramahan & Keikhlasan Chris Gardner akhirnya membuahkan hasil saat hari terakhir magang tiba. Didepan para pewawancara yang terdiri dari 3 orang, akhirnya Chris Gardner diminta tetap memakai jas terbaiknya di hari esok dia bekerja di perusahaan pialang saham tersebut. Bagian inilah yang disebut oleh Chris Gardner sebagian bagian kecil dalam hidupnya yang disebut “Happiness” atau “Kebahagiaan”.
Dia tidak bisa berteriak meluapkan kebahagiaannya, dengan meneteskan air mata ditengah kerumunan orang dia pun berlari menuju penitipan anaknya lalu memeluk erat anaknya, meluapkan kebahagiaannya.
Kehidupan selanjutnya, Chris Gardner akhirnya bisa membeli sejumlah saham dan membuka cabang perusahaan pialang saham dan mulai membangun kembali keluarganya.

Film ini memberikan kita contoh bahwa Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya, namun usaha dalam pengejaran kebahagiaan adalah yang perlu dilakukan. Sikap positif yang kita miliki berupa keramahtamahan, keikhlasan dan kejujuran mesti tetap kita jaga walaupun kita sedang dalam keadaan susah sekalipun.