Madrid dan Barcelona merupakan dua entitas terbesar di negara Spanyol,jika kita membandingakan kotanya, kedua kota tersebut merupakan kota terbesar di Spanyol. Jika berbicara klub sepakbola, keduanya merupakan dua klub besar,paling sukses, paling kaya , dan juga memiliki basis fans yang paling banyak di negara Spanyol (belum termasuk  fans dari luar negara Spanyol).  Kedua stadion mereka ( stadion Santiago Bernabeu dan Nou Camp) sudah seperti rumah ibadah bagi kedua fans, yang dianggap sangat suci oleh fans Madrid dan Barca, dan haram hukumnya melihat kesebelasan kesayangan mereka kalah di kandangnya sendiri.

Rivalitas kedua klub ini awalnya bermula dari partai-partai politik yang menggunakan media sepakbola sebagai salah satu cara untuk meraih banyak massa, lalu berubah menjadi pertarungan budaya antar kaum Castille (kerajaan) yang diwakili oleh Real Madrid dan kaum cataluna yang diwakili oleh Barcelona. Dan di era modern sekaragn rivalitas ini berubah menjadi sebuah pertaruhan ideologi sepakbola masing-masing, kedua klub mengklaim bahwa mereka lebih baik dari rivalnya.

Rivalitas ini memasuki era baru saat Real Madrid dan Barcelona memperebutkan seorang pemain berbakat yang pernah ada di dunia sepakbola , Alfredo Di Stefano.  Saat itu Di Stefano yang membela Millonarios datang ke Spanyol untuk melakukan pertandingan persahabatan melawan Real Madrid. Saat itulah publik Spanyol melihat sebuah bakat sepakbola yang ditunjukan oleh DI Stefano, Barcelona langsung bergerak cepat dengan mengontak River Plate klub asli Di Stefano sedangakan Real Madrid mengontak Milonarios dimana Di Stefano dipinjamkan. Namun masalah menjadi pelik saat Barcelona sudah membayar separuh biaya transfer Di Stefano,ternyata ada klause kontrak antara River Plate dengan Millonarios yang menyatakan bahwa River Plate bisa menjual Di Stefano jika mendapatkan ijin dari Millonarios. Pihak Millonarios yang sudah mendapat bayaran transfer dari Real Madrid lebih memilh untuk menyerahkan Di Stefano kepada Real Madrid daripada ke Barcelona.

Hal itu membuat pihak Barcelona marah kepada River Plate karena merasa dibohongin,dan mengadu kepada Federasi Sepakbola Spanyol dan juga FIFA. Ditemukan jalan tengahnya, Di Stefano bisa bermain 2 tahun untuk Real Madrid dan 2 tahun kemudian untuk Barcelona, namun setelah melihat penampilan Di Stefano selama 2 tahun di Madrid,pihak Barcelona mengundurkan diri dan Madrid mau membayar  transfer Di Stefano kepada Barcelona.

Setelah itu perpindahan pemain dari Real Madrid ke Barcelona atau pun sebaliknya makin memicu persaingan kedua klub ini.  Terhitung ada Bern Schuster, Michael Loudrup yang pindah ke Real Madrid pada tahun 1994 dengan free transfer,hingga yang paling menghebohkan adalah perpindahan kedua idola masing-masing tim pada saat itu. Luis Enrique yang sudah menjadi idola bagi publik Santiago Bernabeu tiba-tiba pindah ke Barcelona, dan Real Madrid pun “membalas” dengan membajak idola Nou Camp pada saat itu Luis Figo dari seteru abadinya. Perpindahan Luis Figo ke Madrid makin memanaskan suhu persaingan kedua tim dan rasa benci fans Barcelona ditunjukkan kepada Figo dengan melemparkan kepala babi saat duel El Clasico di semi final Liga Champions tahun 2002.