This slideshow requires JavaScript.


One-Assertive memang sulit untuk dilupakan dari ingatanku. Jujur saja selama 12 tahun sekolah, baru dikelas ini saya merasakan kenyamanan yang tidak saya dapatkan selama 12 tahun sekolah. Setiap saya melihat salah satu personil dari kelas ini, pikiran saya selalu langsung tertuju pada kenangan-kenangan yang pernah tercipta sewaktu satu kelas dulu. Mulai dari candaan, ledekan, lawakan yang tak kunjung reda, hingga ajang jodoh-jodohan yang membuat sang jodoh merasa risih, memerah mukanya, bahkan jadi suka beneran.

Bila mengingat kejadian-kejadian di atas, saya menjadi ingat dosa. Entah sudah berapa banyak hati orang yang menjadi korban ledekan-ledekan saya, tapi maklumlah itu memang tipikal saya. Namun disamping itu, saya merasa mendapat banyak pahala, mengapa??? Karena saya bisa membuat orang senang dengan ledekan, lawakan yang saya buat. Meskipun orang yang menjadi korban tidak senang🙂.

Untungnya dikelas ini anak-anaknya mempunyai hati yang berlapis baja (tahan dan kuat terhadap serangan yang datang),walaupun ada beberapa orang yang tidak memiliki itu. Tapi semua saya lakukan seolah-olah hanya ingin menghidupkan suasana kelas. Kelas menjadi ramai, tidak ngantuk, dan nyaman untuk belajar. Di awal-awal saya memang terkenal sebagai anak yang pendiam, jarang berkomunikasi dengan teman-teman yang lain. Bahkan jika teman-teman meledek, saya hanya bisa menunduk dan sedikit tersenyum, tanpa ada perlawanan.

Hal-hal diatas hanyalah sedikit gambaran tentang saya dan One-Assertive, saking banyaknya kenangan yang tercipta, membuat saya tidak bisa menggambarkannya semua🙂 . Yang jelas One- Assertive sangatlah kompak, baik itu kompak dalam hal positif maupun dalam hal negative. Dan saat ini saya masih merindukan bisa sekelas bersama mereka lagi, meskipun itu takkan mungkin. Saya selalu berpikir “andai waktu bisa diputar, maka saya akan memutarnya kembali ke masa-masa itu”

Dan inilah yang masih saya ingat saat di kelas One-Assertive:

1. Abdul Malik : salah jawab jurusan sekolah ketika di tanya Pa yozh, di gosipin/digombalin sama Marfa🙂

2. Agus Supriyatna : Siganteng yang dulu kalem, dijuluki raja kentut, tangan menunjuk ke atas ketika persentasi.

3. Ai Ratnasari : ngomong didepan dengan mengucapkan “gga suka nelan yang bulet2”, di ledekin anak TK karena memakai celana hijau yang mirip dengan seragam TK.

4. Anggia Purbagjasari : Suka Teurab, ketawanya yang khas, pake celana silat.

5. Annisa N H : suka bilang ahhhhhhhhhhh… (muka sedih, kaki menggebu-gebu lantai)

6. Darmawan W. S : So cool, sering adu ganteng dengan Dimas.

7. Dimas Mifta Y : Si anak kecil yang bicaranya seperti orang dewasa (motivator), pake celana silat.

8. Ikang N H : Pusat epicentrum, Raja ledek numero uno di kelas One-Assertive.

9. Izhar R : dijuluki si Kodir saat kelas BK, sering jadi pemecah kebuntuan saat sedang rapat kelas.

10. Kurniawati F N : The oldest in One-Assertive, penasehat kelas.

11. M. R Hambali : Ketua kelas, yang mukanya selalul memerah, dan suka gajebo klo ngomong di kelas😀.

12. Muhamad Juanda : cara bicaranya yang bisa membuat orang ketawa, membawa semua peralatan mandi ke kampus, dan barang berharga yang dilempar-lempar di perpustakaan😀.

13. Muniroh : Ipin, perkataanya “guweh, eluh”, dinyanyikan lagu muniroh (munaroh-by mandra) oleh Agus Supriyatna.

14. Nurcahya : Upin, mengajari anak-anak saat ada pelajaran yang belum mereka mengerti.

15. Putri R N : Ableh, surfing saat speaking class, celana yang mirip selimut rumah sakit yang dipakenya robek😀.

16. Rina P : Diam-diam jago Typing.

17. Risa P M : sering melamun, galalu.

18. Sita Ari P : Duncan (Reading class)

19. Siti Hapsoh : Kak ros, tertukar namanya jadi sita hapsoh (Reading class)

19. Syahidah H : In English??? (Pronounciation class)

20. Winda A : Bos besar, penguasa kelas, hatinya berlapis baja dan jaket kulit yang tebal😀, teriakan “winda,,winda,, winda!!!”

–One-Assertive One Heart, Always in My Heart!!!–