Orang diluar Sunda sana pasti bertanya-tanya, apa sih kegiatan makan-makan yang dilakukan oleh orang Sunda yang hanya beralaskan daun pisang dan komposisinya hanya beranggotan ikan teri dan kawan-kawannya??. Ada yang sudah tahu istilahnya, namun belum tahu apa sih manfaatnya??, bahkan banyak pula yang belum pernah merasakannya.

Kegiatan yang dimaksud adalah ngeliwet. Ngeliwet  (masak2) merupakan  sebuah tradisi unik orang Sunda yang paling banyak di gemari, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang tua. Bagi orang awam yang bukan merupakan orang sunda, ngeliwet itu kesannya terlihat jorok, bahkan menyatakan nasi liwet itu tidak enak Padahal jika mereka sekali saja merasakannya, pasti akan ketagihan atau mow mow lagi.

Lalu apa sih manfaat dari ngeliwet itu??. Ngeliwet banyak sekali manfaatnnya, selain bisa mengenyangkan perut, ngeliwet juga bisa menyehatkan badan lho. Dikarenakan komposisinya sudah memenuhi criteria 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, manfaat yang bisa diperoleh dari ngeliwet yaitu dapat mempererat tali persaudaraan dan pertemanan.

Hal ini sudah teruji, seperti yang dilakukan oleh sekumpulan anak muda yang tergabung dalam THE KOMENG. Uniknya, mereka melakukan kegiatan ini secara door to door (keliling). Mereka biasanya mengadakan kegiatan ini setiap hari sabtu malam minggu.

Dan berikut adalah tempat2 yang sudah berhasil didatangi :

1. MABES (Markas Besar)

tempat tinggal Sansan ini menjadi tempat perdana (pembukaan) diadakannya ngeliwet keliling ini. Yang mana ketika itu dihadiri oleh semua anggota THE KOMENG.

2. MISBEH’s House

Awalnya tak sengaja ngeliwet di tempat ini, dikarenakan tujuan awalnya adalah untuk camping. Dikarenakan cuacanya tidah mendukung, dan kebetulan rumah beliau dekat dengan lokasi tempat camping yang mereka tuju, maka terpaksa mereka melakukannya disini.

3. YUNUS’s House

Rumah Mr. Handsome Boy ini merupakan rumah terjauh yang pernah didatangi oleh mereka. Dalam menempuh perjalanan kesana pun mereka harus menggunakan mobil bak terbuka. Hal ini wajar saja, karena jika menggunakan sepeda motor akan banyak mengeluarkan tenaga. Ditempat ini mereka melancarkan kegiatan ngeliwet dalam 2 babak, yaitu sore dan malam.

4. Taman Tulang

Setelah hampir 4 bulan vakum dari kegiatan ngeliwet ini akibat kesibukan yang dihadapi para anggotanya. Akhirnya pada saat libur masa perkuliahan, dimulailah kembali kegiatan ini. Dan kali ini rumah yang beruntung adalah rumahnya saudara Nanda atau yang biasa mereka sebut dengan “Taman Tulang”. Meskipun jumlah anggota yang hadir tidak sebanyak ketika ngeliwet perdana di MABES, namun acaranya tetaplah seru. Dikarenakan ada salah satu anggota mereka membawa laptop yang didalamnya berisi sebuah permainan yang sedang digemari saat ini. Yang membuat mereka merasa terhibur dengan adanya itu.

5. THE KUBZ

The Kubz (kuburan) merupakan rumah Zacky. Dinamakan the kubz karena tepat dihadapan rumahnya terdapat kuburan. Ditempat ini hanya dihadiri oleh 7 personil saja, dikarenakan personil yang lain sudah keburu pulang akibat terlalu lama menunggu datangnya para personil lain.

6. ACUN’s House

Pada saat itu kegiatan ngeliwet ini tidak begitu meriah, dikarenakan para personil sedang dalam kegalauan akibat belum dapat tempat untuk melaksanankan Prakerind (Praktek kerja industri). Namun kegalauan mereka sedikit terobati dengan adanya layanan internet gratis ditempat ini, sehingga dengan puasnya mereka mengakses situs-situs terkenal pada saat ini.

6. RISKI’s House

Ditempat ini pula terjadi kegalauan jilid II, sehingga tak heran ditempat ini terjadi perang kata-kata. Sampai keluar kata-kata tulah dari salah satu personil, akibat kesal dengan sindiran-sindiran dari tim pengangguran PI. Namun kegiatan ini tetaplah berjalan meriah, meskipun mereka harus rela tidurnya mengungsi ke “Taman Tulang”. Hal ini dikarenakan kapasitas rumahnya tidak mencukupi. Ditempat ini juga mereka bisa memesan makanan sesuka mereka, dikarenakan Riski mempunyai sebuah warung.

7. THE LOTENG

Karena penasaran dengan yang selalu dikatakan saudara Lukman tentang Loteng rumahnya, akhirnya THE KOMENG mendatangi tempat tersebut. Dan rupanya benar apa yang dikatakan Lukman tersebut, bahwa dirumahnya terdapat Loteng. Kemudian Loteng tersebut mereka jadikan sebagai tempat utk ngeliwetnya. Ketika hari semakin malam, para personil mulai berkurang, dikarenakan ada salah satu personil yang sakit dan yang lainnya ikut mengantar pulang. Hingga hanya menyisakan sekitar 6-7 personil saja.

Terbukti kegiatan ngeliwet ini makin mempererat tali persaudaraan dan pertemanan mereka hingga sekarang ini. Contoh diatas harusnya ditiru oleh generasi-generasi masa sekarang dan masa yang akan datang, guna terciptanya ukhuwah Islamiyah dan terciptanya kebahagiaan di dunia dan diakhirat🙂.

Thanks

Tahilalat25